Watch Trailer. Set in the 1990s, the drama centers around a female high school student Shi Won, who idolizes boyband H.O.T and her 5 high school friends in Busan. As the timeline moves back and forth between their past as 18-year-old high schoolers in 1997 and their present as 33-year-olds at their high school reunion dinner in 2012, where one
Episode 1. Sinopsis: "Reply 1988" adalah drama dengan rating tertinggi dalam sejarah televisi kabel Korea ketika episode terakhirnya ditayangkan, menerima pujian kritis dan penonton. Drama ini bercerita tentang kehidupan lima sahabat yang tumbuh bersama di lingkungan yang sama. Duk Sun (Hyeri), Jung Hwan (Ryoo Joon Yeol), Sun-Woo (Ko Gyung Pyo
Go Kyung Pyo. Kapanlagi.com - Sejak bulan November 2015 lalu, drama Reply 1988 telah menemani kita semua. Sebagai salah satu serial TV kabel prestasi rating yang mampu tembus angka 19,0% di akhir episode termasuk dalam sukses besar. Sejak 1997, serial Reply masih setia mengusung cerita mengenai sosok misteri dari sang suami tokoh utama wanita.
The drama centers on youth’s theme, growing up, and the strong relationship between friends, just like Reply 1988. Along with capturing the emotions associated with being young, both dramas focus on the responsibilities and difficulties that ascend on an individual as they grow older and the need to sacrifice desires for others’ sake.
GridStar.ID - Pada Reply 1988 episode 10, Sun Woo dan Bo Raa akhirnya menonton konser bersama. Deok Sun ingin membuktikan ucapan kedua sahabatnya dengan mengatakan ingin pergi kencan pada Jung Hwan. Jung Hwan melarang keinginan Deok Sik yang ingin kencan buta. Baca Juga: Sinopsis Drama Korea Reply 1988 Eps 9, Sun Woo Dapat Penolakan dari Bo Ra!
Indotnesia - Pecinta drama Korea sedang ramai memperbincangkan serial drama terbaik menurut versi mereka. Para fans mengungkapkan drakor Reply 1988 sebagai yang terbaik. Lebih dari 13 ribu kicauan di Twitter membahas tentang Reply 1988. Fans menyebut drakor Reply 1988 memicu perasaan bahagia di setiap adegannya.
.
sinopsis drama reply 1988